Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Sabtu, 03 Agustus 2013

KEMENANGAN KAUM MUSLIMIN



Oleh : H. Ma’sum
Dalam kondisi yang amat memprihatinkan, sebagaimana halnya dewasa ini, dimana kaum muslimin dengan segenap aspeknya telah amburadul. Sehingga menjadi bulan-bulanan kaum kuffar, maka berbicara tentang kemenanagan kaum muslimin adalah suatu ironi. Bagaikan mimpi di siang bolong. Namun dari sudut pandang aqidah, tiada satu pun persoalan yang mustahil keagungan dan kebesaran Alloh SWT. Apalagi dalam al qur’an banyak dijumpai jaminan Alloh bagi kemenangan kaum muslimin.
Alloh berfirman dalam surat al Maidah ayat 56 :
Artinya : Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah (kaum muslimin) itulah yang pasti menang.

Firman Alloh yang lain :
Artinya : Dan sesungguhnya tentara Kami (Rasul beserta pengikut-pengikutnya) itulah yang pasti menang. ( Ash Shoffat : 173 )


Rosululloh SAW dalam salah satu sabdanya menyatakan :

لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمون اليهود فيقتلهم المسلمون حتى يختبئ اليهودي من وراء الحجر والشجر . يا مسلم يا عبد الله هذا يهودي خلفي فتعال فاقتله إلا الغرقد فإنه من شجر اليهود : مسلم :
Artinya : Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum muslimin berperang melawan kaum yahudi. Lalu kaum muslimin pun berhasil mengalahkan mereka (karena demikian dahsyatnya gempuran kaum muslimin) sehingga orang yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Lalu (atas kekuasaanNya) batu dan pohon itu berkata (memberitahukan kaum muslumin), “Hai Muslim ! Hai Hamba Alloh ! Ini ada orang yahudi bersembunyi di belakangku. Segeralah kemari, bunuh dia!” Kecuali pohon Ghorqod, karena sesungguhnya dia itu pohon (yang berpihak pada kaum yahudi). (HR. Muslim).

Pernyataan Rosul yang telah diutarakan 14 abad yang lalu itu sungguh suatu kabar gembira yang amat agung. Yang merupakan salah satu bagian dari mu’jizat beliau. Bagi setiap muslim yang meyakini keRosulan Muhammad SAW, tentu tidak ragu sedikit pun terhadap kebenaran pernyataan Rosul tersebut. Meragukan atas salah satu sabda atau pernyataan Rosul SAW bisa menggugurkan keimanan terhadap kerosulan beliau sebagai salah satu dari pilar syahadatain dua kesaksian.
Meski secara fisik beliau sudah tidak berada di tengah-tengah umatnya, namun RUH risalahnya masih bergema di sepanjang masa. Terkandung dalam pernyataan tersebut suatu qudwah (pengarahan dan bimbingan) yang amat berharga bagi kaum muslimin sepeninggal beliau. Qudwah yang mampu membangkitkan daya semangat jihad yang tinggi demi terwujudnya KAIMATULLOH di persada wilayah kerajaannya. Betapa tegas, jelas dan gamblang beliau memaparkan ihwal kemenangan yang akan diraih oleh kaum muslimin.
Bukan saja tentang keberhasilan pasukan kaum muslimin menumpas yahudi, namun atas perkenan Alloh pula, alam sekitarnya, bebatuan, maupun pepohonan akan berpihak mendukung bala tentara Alloh.
Artinya : Dan sesungguhnya tentara Kami (Rasul beserta pengikut-pengikutnya) itulah yang pasti menang. ( Ash Shoffat : 173 )

Al Qur’an juga banyak menampilkan dan memaparkan fakta sejarah umat-umat terdahulu yang membangkang dan memusuhi Rosul, seperti kaum ‘Aad, Tsamud dan Fir’aun. Meskipun memiliki kedudukan, kekuasaan teknologi maju dan pengikut yang banyak, namun karena melawan dan durhaka kepada Alloh SWT, maka mereka pun diadzab oleh Alloh SWT.
Surat al Fajr : 6-14
Artinya :
6. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad ?
7. (yaitu) penduduk Iram (ibokota kaum ‘Aad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi.
8. Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.
9. dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah.
10. dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak).
11. yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri.

Fakta sejarah yang diungkapkan Al Qur’an itu juga menunjukkan bahwa orang-orang yang menolak atau memusuhi ajakan dan seruan para Rosul itu umumnya dari kalangan kaum elit, bangsawan dan penguasa. Mereka telah menuhankan hawa nafsu dan kehidupan dunia. Mereka amat kawatir bila mengikuti ajakan atau seruan para Rosul, pamor dan kedudukan yang ada di tangan mereka akan hilang. Oleh karena itu, mereka mengerahkan segenap daya dan potensi untuk melawan ajakan atau seruan para Rosul. Bahkan untuk memenuhi ambisinya itu, mereka tidak segan-segan untuk menempuh segala cara, menebar fitnah dan teror, mengintimidasi, menyiksa secara keji dan melakukan pembunuhan. Modus pembangkangan seperti itu akan terus mereka lakukan sepanjang masa (zaman), meski mereka telah mendapatkan peringatan dan adzab dari Alloh SWT, mereka tidak sadar kalau “Tangan Kekuasaan” Alloh di atas segala-galanya. Dan Alloh telah memberi jaminan bahwa kemenangan tetap berada di pihak orang-orang yang membela kebenaran, yaitu orang-orang yang beriman kepada Alloh :

Ø Ar Rum : 47
Artinya : Dan sungguh kami telah mengutus sebelum kamu beberapa rosul kepada kaumnya. Mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan (bukti-bukti yang kuat dan akurat) lalu Kami pun mengambil tindakan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa (memusuhi para rosul). Dan Kami berkewajiban memenangkan orang-orang yang beriman.

PERTOLONGAN ALLOH
Kapan pertolongan Alloh datang?
Demikian pertanyaan yang selalu muncul di benak pejuang di setiap medan jihad. Suatu pertanyaan yang mencerminkan kerinduan akan kemenangan dan pertolongan Alloh. Dengan penuh kebesaran dan keagungan-Nya Alloh pun menjawab :
Artinya : Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Alloh itu amat dekat. Al Baqoroh : 214

Sudah menjadi sunnatulloh bila setiap kemenangan harus diawali dengan perjuangan dan setiap perjuangan menuntut pengorbanan. Manakala perjuangan dan pengorbanan telah dilakukan dengan maksimal sesuai standar baku ilahi, niscaya pertolongan Alloh pun segera tiba. Seperti pertolongan-Nya di medan perang badar misalnya.
Namun, jika kondisi kaum muslimin dewasa ini dalam segenap lini kehidupannya memprihatinkan, amburadul dan bahkan menjadi bulan-bulanan kaum teroris sejati masuk islam, yang nota bene hal tersebut menunjukkan perjuangan dan pengorbanan yang belum maksimal yang bahkan jauh di bawah standar baku ilahi, maka kemenangan dan pertolongan Alloh SWT pun tak akan tiba.
Ada penyakit kronis mendasar yang telah menjangkiti kaum muslimin pada umunya selama ini. Penyakit itu menjadi sumber dari segenap kelemahan dan keprihatinan yang melanda segala sisi kehidupan kaum muslimin akhir-akhir ini. Penyakit kronis itu adalah kelemahan dan kerancuhan aqidah. Aqidah akan melemah dan rapuh bilamana tidak dipelihara dan didukung dengan ibadah dan amal sholeh yang tulus. Akibatnya adalah daya jihad terkulai lemas. Di sisi lain, aqidah kaum muslimin juga telah terkontaminasi (tercampuri) oleh berbagai “Syubhat” (keragu-raguan) yang dipropagandakan oleh musuh-musuh islam. Baik itu di kalangan sekularis, nasionalis, pluralis, liberalis, dan yang lainnya. Maka sudah pasti akan terjadi kerancuan aqidah di kalangan kaum muslimin.
Kerancuan aqidah ini bukan saja melumpuhkan semangat jihad, tetapi lebih dari itu, akan menggeser arah jihad itu sendiri. Bukan lagi limardhotillah akan tetapi lemardhotith thoghut. Dampak lain dari kelemahan aqidah adalah munculnya penyakit wala : yaitu hubbuddunya wa karihatul maut (cinta dunia dan takut mati membela kebenaran). Mencintai dunia yang tidak proporsional akan melemahkan daya jihad dan bakhil dalam berkorban. Bahkan menjadi sumber berbagai kedzoliman, perpecahan dan pembunuhan. Karena itu Rosul berpesan,

اتَّقُوْا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاتَّقُوْا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفَكُوْا دِمَائَهُمْ وَاسْتَحَلُّوْا مَحَارِمَهُمْ : مسلم

Waspadalah terhadap kedzoliman, karena sesungguhnya kedzoliman itu akan mendatangkan berbagai kegelapan pada hari kiamat.
Dan waspadalah pula terhadap kebakhilan, karena sesungguhnya hal itu membinasakan umat-umat sebelum kamu (yaitu) mendorong mereka ke kancah pertumpahan darah dan menghalalkan apa yang telah diharamkan atas mereka. (HR. Muslim)
Jadi pertolongan Alloh SWT itu baru akan tiba manakala kaum muslimin telah benar-benar menolong agamanya.
Langkah pertama, memperkokoh aqidahnya secara konsisten, istiqomah dalam menjunjung tinggi segenap petunjuk-Nya dan menjauhi segenap larangan-Nya. Di samping itu, aqidah juga harus dibersihkan dari segala bentuk syubhat (keragu-raguan) dan isme-isme yang menyesatkan dan menjadikan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai rujukan utama. Kemudian penyakit “wala” juga harus dikikis habis dengan berorientasi pada kehidupan ukhrowi, sehingga setiap aktivitas dan daya jihadnya hanya mendambakan keridhoan-Nya semata. Manakala ikhtiar yang merupakan “Sunnah ‘Aadiyah” (upaya manusia) telah dilakukan secara maksimal, maka “Sunnah Khoriqoh” (upaya luar biasa) berupa pertolongan Alloh tentu akan segera tiba. Dalam kaitan ini Alloh telah berfirman :



Ø surat An nur : 55
Artinya : Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

At Taubah : 33
Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

Ash Shoff : 9
9.  Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.

Al Fath : 28
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

DIA lah Alloh yang mengutus Rosul-Nya dengan (membawa / pimpinan (Al Qur’an) dan agama yang benar, untuk memenangkan atas segala agama walupun orang-orang musyrik tidak menyukainya. Dan cukuplah Alloh sebagai saksi (atas kemenangan itu).

إِنَّ اللهَ زَوَى لِي الأرْضَ : أَيْ جَمَعَهَا وَضَمَّهَا : فَرَأَيْتَ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا . وَإِنَّ أُمَّتِّي سَيَبْلُغُ مُلْكَهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا : مسلم و أبو داود
Sesungguhnya Alloh pernah meminiaturkan bumi untukku. Lalu aku lihat bagian timur dan baratnya. Sesungguhnya kekuasaanku akan mencapai apa yang ditampakkan padaku itu.

لَيَبْلُغَنَّ هَذَا الأمْرُ يَعْنِي الإسْلامُ مَا بَلَغَ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ. وَلا يَتْرُكُ اللهُ بَيْتَ مَدَرٍ وَلا وَبَرٍ إِلا أَدْخَلَهُ اللهُ هَذَا الَّذِي بِعِزِّ عَزِيْزٍ أَوْ بِدُلِّ دَلِيْلٍ. عِِِزًّا يَعِزُّ اللهُ بِهِ الإسْلامُ وَ دُلا يَدُلُّ اللهُ بِهِ الْكُفْرَ : رواه ابن حبان.
Sesungguhnya hal ini yakni islam, akan mencapai apa yang dicapai oleh malam dan siang. Dan Alloh tidak membiarkan rumah perkotaan dan rumah pedesaan, kecuali Alloh akan memasukkan agama itu ke dalamnya dengan kemuliaan orang yang mulia atau dengan kehinaan orang yang hina. Kemuliaan yang dengannya Alloh memuliakan islam dan kehinaan yang dengannya Alloh menghinakan kekafiran.

Ø At Taubah : 32
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

Ø Al Anfal : 36
Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.

Ulasan : Orang kafir itu akan membiayai dengan harta-harta mereka untuk menghalangi manusia ke jalan Alloh. Padahal dia akan menyesal di kemudian hari, juga akan dikalahkan.





Fushshilat : 53
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Ulasan : Alloh berkehendak supaya kalimatnya itu disebarluaskan dan disampaikan ke semua akal pikiran dan pendengaran sehingga menhadi suatu kenyataan dan perbuatan (amalan). Kehendak semacam ini tidak mungkin berhasil kecuali jikalau kalimat-kalimat itu sendiri benar. Oleh karena itu Al Qur’an sengaja diturunkan oleh Alloh dengan gaya bahasa yang istimewa, mudah dipahami, tidak sukar untuk mengamalkannya asalkan disertai dengan keikhlasan hati dan kemauan yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar