Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Featured Posts

Sabtu, 03 Agustus 2013

KEMENANGAN KAUM MUSLIMIN



Oleh : H. Ma’sum
Dalam kondisi yang amat memprihatinkan, sebagaimana halnya dewasa ini, dimana kaum muslimin dengan segenap aspeknya telah amburadul. Sehingga menjadi bulan-bulanan kaum kuffar, maka berbicara tentang kemenanagan kaum muslimin adalah suatu ironi. Bagaikan mimpi di siang bolong. Namun dari sudut pandang aqidah, tiada satu pun persoalan yang mustahil keagungan dan kebesaran Alloh SWT. Apalagi dalam al qur’an banyak dijumpai jaminan Alloh bagi kemenangan kaum muslimin.
Alloh berfirman dalam surat al Maidah ayat 56 :
Artinya : Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah (kaum muslimin) itulah yang pasti menang.

Firman Alloh yang lain :
Artinya : Dan sesungguhnya tentara Kami (Rasul beserta pengikut-pengikutnya) itulah yang pasti menang. ( Ash Shoffat : 173 )


Rosululloh SAW dalam salah satu sabdanya menyatakan :

لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمون اليهود فيقتلهم المسلمون حتى يختبئ اليهودي من وراء الحجر والشجر . يا مسلم يا عبد الله هذا يهودي خلفي فتعال فاقتله إلا الغرقد فإنه من شجر اليهود : مسلم :
Artinya : Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum muslimin berperang melawan kaum yahudi. Lalu kaum muslimin pun berhasil mengalahkan mereka (karena demikian dahsyatnya gempuran kaum muslimin) sehingga orang yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Lalu (atas kekuasaanNya) batu dan pohon itu berkata (memberitahukan kaum muslumin), “Hai Muslim ! Hai Hamba Alloh ! Ini ada orang yahudi bersembunyi di belakangku. Segeralah kemari, bunuh dia!” Kecuali pohon Ghorqod, karena sesungguhnya dia itu pohon (yang berpihak pada kaum yahudi). (HR. Muslim).

Pernyataan Rosul yang telah diutarakan 14 abad yang lalu itu sungguh suatu kabar gembira yang amat agung. Yang merupakan salah satu bagian dari mu’jizat beliau. Bagi setiap muslim yang meyakini keRosulan Muhammad SAW, tentu tidak ragu sedikit pun terhadap kebenaran pernyataan Rosul tersebut. Meragukan atas salah satu sabda atau pernyataan Rosul SAW bisa menggugurkan keimanan terhadap kerosulan beliau sebagai salah satu dari pilar syahadatain dua kesaksian.
Meski secara fisik beliau sudah tidak berada di tengah-tengah umatnya, namun RUH risalahnya masih bergema di sepanjang masa. Terkandung dalam pernyataan tersebut suatu qudwah (pengarahan dan bimbingan) yang amat berharga bagi kaum muslimin sepeninggal beliau. Qudwah yang mampu membangkitkan daya semangat jihad yang tinggi demi terwujudnya KAIMATULLOH di persada wilayah kerajaannya. Betapa tegas, jelas dan gamblang beliau memaparkan ihwal kemenangan yang akan diraih oleh kaum muslimin.
Bukan saja tentang keberhasilan pasukan kaum muslimin menumpas yahudi, namun atas perkenan Alloh pula, alam sekitarnya, bebatuan, maupun pepohonan akan berpihak mendukung bala tentara Alloh.
Artinya : Dan sesungguhnya tentara Kami (Rasul beserta pengikut-pengikutnya) itulah yang pasti menang. ( Ash Shoffat : 173 )

Al Qur’an juga banyak menampilkan dan memaparkan fakta sejarah umat-umat terdahulu yang membangkang dan memusuhi Rosul, seperti kaum ‘Aad, Tsamud dan Fir’aun. Meskipun memiliki kedudukan, kekuasaan teknologi maju dan pengikut yang banyak, namun karena melawan dan durhaka kepada Alloh SWT, maka mereka pun diadzab oleh Alloh SWT.
Surat al Fajr : 6-14
Artinya :
6. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad ?
7. (yaitu) penduduk Iram (ibokota kaum ‘Aad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi.
8. Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.
9. dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah.
10. dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak).
11. yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri.

Fakta sejarah yang diungkapkan Al Qur’an itu juga menunjukkan bahwa orang-orang yang menolak atau memusuhi ajakan dan seruan para Rosul itu umumnya dari kalangan kaum elit, bangsawan dan penguasa. Mereka telah menuhankan hawa nafsu dan kehidupan dunia. Mereka amat kawatir bila mengikuti ajakan atau seruan para Rosul, pamor dan kedudukan yang ada di tangan mereka akan hilang. Oleh karena itu, mereka mengerahkan segenap daya dan potensi untuk melawan ajakan atau seruan para Rosul. Bahkan untuk memenuhi ambisinya itu, mereka tidak segan-segan untuk menempuh segala cara, menebar fitnah dan teror, mengintimidasi, menyiksa secara keji dan melakukan pembunuhan. Modus pembangkangan seperti itu akan terus mereka lakukan sepanjang masa (zaman), meski mereka telah mendapatkan peringatan dan adzab dari Alloh SWT, mereka tidak sadar kalau “Tangan Kekuasaan” Alloh di atas segala-galanya. Dan Alloh telah memberi jaminan bahwa kemenangan tetap berada di pihak orang-orang yang membela kebenaran, yaitu orang-orang yang beriman kepada Alloh :

Ø Ar Rum : 47
Artinya : Dan sungguh kami telah mengutus sebelum kamu beberapa rosul kepada kaumnya. Mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan (bukti-bukti yang kuat dan akurat) lalu Kami pun mengambil tindakan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa (memusuhi para rosul). Dan Kami berkewajiban memenangkan orang-orang yang beriman.

PERTOLONGAN ALLOH
Kapan pertolongan Alloh datang?
Demikian pertanyaan yang selalu muncul di benak pejuang di setiap medan jihad. Suatu pertanyaan yang mencerminkan kerinduan akan kemenangan dan pertolongan Alloh. Dengan penuh kebesaran dan keagungan-Nya Alloh pun menjawab :
Artinya : Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Alloh itu amat dekat. Al Baqoroh : 214

Sudah menjadi sunnatulloh bila setiap kemenangan harus diawali dengan perjuangan dan setiap perjuangan menuntut pengorbanan. Manakala perjuangan dan pengorbanan telah dilakukan dengan maksimal sesuai standar baku ilahi, niscaya pertolongan Alloh pun segera tiba. Seperti pertolongan-Nya di medan perang badar misalnya.
Namun, jika kondisi kaum muslimin dewasa ini dalam segenap lini kehidupannya memprihatinkan, amburadul dan bahkan menjadi bulan-bulanan kaum teroris sejati masuk islam, yang nota bene hal tersebut menunjukkan perjuangan dan pengorbanan yang belum maksimal yang bahkan jauh di bawah standar baku ilahi, maka kemenangan dan pertolongan Alloh SWT pun tak akan tiba.
Ada penyakit kronis mendasar yang telah menjangkiti kaum muslimin pada umunya selama ini. Penyakit itu menjadi sumber dari segenap kelemahan dan keprihatinan yang melanda segala sisi kehidupan kaum muslimin akhir-akhir ini. Penyakit kronis itu adalah kelemahan dan kerancuhan aqidah. Aqidah akan melemah dan rapuh bilamana tidak dipelihara dan didukung dengan ibadah dan amal sholeh yang tulus. Akibatnya adalah daya jihad terkulai lemas. Di sisi lain, aqidah kaum muslimin juga telah terkontaminasi (tercampuri) oleh berbagai “Syubhat” (keragu-raguan) yang dipropagandakan oleh musuh-musuh islam. Baik itu di kalangan sekularis, nasionalis, pluralis, liberalis, dan yang lainnya. Maka sudah pasti akan terjadi kerancuan aqidah di kalangan kaum muslimin.
Kerancuan aqidah ini bukan saja melumpuhkan semangat jihad, tetapi lebih dari itu, akan menggeser arah jihad itu sendiri. Bukan lagi limardhotillah akan tetapi lemardhotith thoghut. Dampak lain dari kelemahan aqidah adalah munculnya penyakit wala : yaitu hubbuddunya wa karihatul maut (cinta dunia dan takut mati membela kebenaran). Mencintai dunia yang tidak proporsional akan melemahkan daya jihad dan bakhil dalam berkorban. Bahkan menjadi sumber berbagai kedzoliman, perpecahan dan pembunuhan. Karena itu Rosul berpesan,

اتَّقُوْا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاتَّقُوْا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفَكُوْا دِمَائَهُمْ وَاسْتَحَلُّوْا مَحَارِمَهُمْ : مسلم

Waspadalah terhadap kedzoliman, karena sesungguhnya kedzoliman itu akan mendatangkan berbagai kegelapan pada hari kiamat.
Dan waspadalah pula terhadap kebakhilan, karena sesungguhnya hal itu membinasakan umat-umat sebelum kamu (yaitu) mendorong mereka ke kancah pertumpahan darah dan menghalalkan apa yang telah diharamkan atas mereka. (HR. Muslim)
Jadi pertolongan Alloh SWT itu baru akan tiba manakala kaum muslimin telah benar-benar menolong agamanya.
Langkah pertama, memperkokoh aqidahnya secara konsisten, istiqomah dalam menjunjung tinggi segenap petunjuk-Nya dan menjauhi segenap larangan-Nya. Di samping itu, aqidah juga harus dibersihkan dari segala bentuk syubhat (keragu-raguan) dan isme-isme yang menyesatkan dan menjadikan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai rujukan utama. Kemudian penyakit “wala” juga harus dikikis habis dengan berorientasi pada kehidupan ukhrowi, sehingga setiap aktivitas dan daya jihadnya hanya mendambakan keridhoan-Nya semata. Manakala ikhtiar yang merupakan “Sunnah ‘Aadiyah” (upaya manusia) telah dilakukan secara maksimal, maka “Sunnah Khoriqoh” (upaya luar biasa) berupa pertolongan Alloh tentu akan segera tiba. Dalam kaitan ini Alloh telah berfirman :



Ø surat An nur : 55
Artinya : Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

At Taubah : 33
Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

Ash Shoff : 9
9.  Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.

Al Fath : 28
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

DIA lah Alloh yang mengutus Rosul-Nya dengan (membawa / pimpinan (Al Qur’an) dan agama yang benar, untuk memenangkan atas segala agama walupun orang-orang musyrik tidak menyukainya. Dan cukuplah Alloh sebagai saksi (atas kemenangan itu).

إِنَّ اللهَ زَوَى لِي الأرْضَ : أَيْ جَمَعَهَا وَضَمَّهَا : فَرَأَيْتَ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا . وَإِنَّ أُمَّتِّي سَيَبْلُغُ مُلْكَهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا : مسلم و أبو داود
Sesungguhnya Alloh pernah meminiaturkan bumi untukku. Lalu aku lihat bagian timur dan baratnya. Sesungguhnya kekuasaanku akan mencapai apa yang ditampakkan padaku itu.

لَيَبْلُغَنَّ هَذَا الأمْرُ يَعْنِي الإسْلامُ مَا بَلَغَ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ. وَلا يَتْرُكُ اللهُ بَيْتَ مَدَرٍ وَلا وَبَرٍ إِلا أَدْخَلَهُ اللهُ هَذَا الَّذِي بِعِزِّ عَزِيْزٍ أَوْ بِدُلِّ دَلِيْلٍ. عِِِزًّا يَعِزُّ اللهُ بِهِ الإسْلامُ وَ دُلا يَدُلُّ اللهُ بِهِ الْكُفْرَ : رواه ابن حبان.
Sesungguhnya hal ini yakni islam, akan mencapai apa yang dicapai oleh malam dan siang. Dan Alloh tidak membiarkan rumah perkotaan dan rumah pedesaan, kecuali Alloh akan memasukkan agama itu ke dalamnya dengan kemuliaan orang yang mulia atau dengan kehinaan orang yang hina. Kemuliaan yang dengannya Alloh memuliakan islam dan kehinaan yang dengannya Alloh menghinakan kekafiran.

Ø At Taubah : 32
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

Ø Al Anfal : 36
Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.

Ulasan : Orang kafir itu akan membiayai dengan harta-harta mereka untuk menghalangi manusia ke jalan Alloh. Padahal dia akan menyesal di kemudian hari, juga akan dikalahkan.





Fushshilat : 53
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Ulasan : Alloh berkehendak supaya kalimatnya itu disebarluaskan dan disampaikan ke semua akal pikiran dan pendengaran sehingga menhadi suatu kenyataan dan perbuatan (amalan). Kehendak semacam ini tidak mungkin berhasil kecuali jikalau kalimat-kalimat itu sendiri benar. Oleh karena itu Al Qur’an sengaja diturunkan oleh Alloh dengan gaya bahasa yang istimewa, mudah dipahami, tidak sukar untuk mengamalkannya asalkan disertai dengan keikhlasan hati dan kemauan yang baik.

INTEGRASI UMAT ISLAM

Oleh : H. Maksum



Integrasi artinya : suatu kesatuan yang utuh dan tidak terpercah belah, dan juga tidak bercerai berai.
Umat islam merupakan wahdatul ummah. Umat islam harus membina dan menyusun masyarakatnya sebagai kesatuan yang bulat dan utuh, yang tidak dapat dipecah belah dan dicerai-beraikan. Integrasi umat islam, kesatuan umat islam yang bulat. Oleh karena itu merupakan satu kesatuan dari Alloh SWT yang difirmankan dalam Al Qur’an :
وَإِنَّ هَـٰذِهِۦۤ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةً۬ وَٲحِدَةً۬ وَأَنَا۟ رَبُّڪُمۡ فَٱتَّقُونِ (52)
Artinya : “Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu(sama dalam pokok-pokok kepercayaan dan pokok-pokok Syari'at.), dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku”. ( QS.Al mu’minun : 52 )

Ayat Al Qur’an tersebut dengan jelas menegaskan bahwa umat islam itu merupakan  أُمَّةً وَاحِدَةً  juga merupakan “Wahdatul Ummat”. Kata wahidah mempunyai arti “kesatuan yang tunggal”.
Kesatuan umat islam itu bagaikan satu kesatuan tubuh atau bangunan, yang apabila anggota tubuh atau bagian-bagian dari bangunan itu terpisah dari kesatuannya, maka tubuh itu akan menjadi cacat atau lemah dan bangunan itu menjadi ambruk.
Rosululloh bersabda :
مَثَلُ المُؤْمِنِينَ فِيْ تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهمْ وَتَعَاطُفٍهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرَ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالحُمَّى : رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Artinya : Perumapamaan orang-orang mu’min itu dalam hal cinta-mencintai, kasih-mengasihi, dan santun menyantuni, tak ubahnya bagaikan suatu tubuh yang apabila menderita dari satu anggota tubuh itu, ikut menderita pula keseluruhan tubuh, dengan tidak dapat tidur dan demam. ( HR. Muslim )
المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُمْ بَعْضًا : رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Artinya : Orang mu’min terhadap orang mu’min yang lain, tak ubahnya bagaikan suatu bangunan yang bagian-bagiannya saling menguatkan satu sama lain.



Alloh berfirman dalam surat Ali Imron :
Artinya : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” ( QS. Ali Imron : 103 )

KEWAJIBAN MELAKSANAKAN INTEGRASI
Integrasi umat islam merupakan kewajiban yang tak dapat ditawar-tawar lagi, yang harus dilaksanakan oleh kaum muslimin. Seperti halnya persatuan umat muslimin pada masa Rosululloh SAW dan para sahabatnya. Oleh karena itu, maka persatuan kaum muslimin tidak dapat diukur betapa kokohnya dan tak dapat dinilai betapa ketinggian dan keluhurannya. Alloh berfirman :
وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعً۬ا وَلَا تَفَرَّقُواْ‌ۚ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَآءً۬ فَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦۤ إِخۡوَٲنً۬ا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا حُفۡرَةٍ۬ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنۡہَا‌ۗ كَذَٲلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَہۡتَدُونَ
Artinya : “Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman, yaitu penduduk Madinah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj selalu bermusuhan sebelum Nabi Muhammad s.a.w hijrah ke Medinah dan mereka masuk Islam, permusuhan itu hilang). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana”. ( Al Anfal : 63 )

Pada masa sekarang ini, walaupun umat islam menyadari akan wajibnya bersatu, tetapi persatuan itu sukar diwujudkan. Sebabnya antara lain ialah karena kita telah salah dalam mencari makna dan pola dari persatuan itu sendiri. Kita cari makna dan pola persatuan dari angan-angan, pikiran perseorangan, fanatisme golongan atau partai dan pada kepentingan pribadi atau golongan. Maka yang kita dapatkan pun adalah arti persatuan menurut angan-angan dan pikiran perorangan yang tanpa dasar, hasilnya mengarah ke kepentingan pribadi, golongan atau partai. Dan sesungguhnya yang kita dapatkan itu bukanlah arti persatuan, tetapi ambisi-ambisi perorangan atau golongan yang bahkan lebih mempertajam perpecahan. Padahal sesungguhnya makna dan hakikat persatuan cara mewujudkan dan cara memeliharanya haruslah kita cari dari sumber-sumber ajaran islam sendiri, yaitu Al Qur’an dan Sunnah Rosululloh SAW.
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.”
Rosululloh bersabda :
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةِ نَبِيِّهِ : رواه ابن عبد البر
Artinya : Aku telah meninggalkan padamu sekalian dua perkara, yang kamu tidak akan tersesat selama berpegang teguh pada keduanya, yaitu kitab Alloh dan Sunnah nabi-Nya. ( HR. Abdil Barr )

Sebagaimana telah dikemukakan bahwa doktrin wahdatul ummah itu merupakan ketentuan dan perintah wajib dari Alloh, serta berakar pada kesatuan kemanusiaan sebagai suatu ikatan kekeluargaan yang diperintahkan oleh Alloh untuk memeliharanya. Maka perpecah-belahan itu dengan sendirinya merupakan pengingkaran terhadap Alloh, merupakan perbuatan yang menyimpang dari syri’at islam, menunjukkan kemerosrotan budi pekerti dan berarti pemutusan ikatan yang diperintahkan oleh Alloh untuk memeliharanya. Oleh karena itu kaum muslimin diperintahkan dengan keras agar menjaga diri dari pecah-belah dan harus selalu berpegang pada kitab Alloh dan sunnah Rosululloh, terutama didalam menyelesaikan perselisihan dan perbedaan pendapat yang terjadi di antara mereka.
Alloh berfirman :
وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَٱخۡتَلَفُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلۡبَيِّنَـٰتُ‌ۚ وَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ لَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٌ۬
Artinya : “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat”. ( QS. Ali Imron : 105 )
ٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهۡدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ مِيثَـٰقِهِۦ وَيَقۡطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦۤ أَن يُوصَلَ وَيُفۡسِدُونَ فِى ٱلۡأَرۡضِ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡخَـٰسِرُونَ
Artinya : “(Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi”. ( QS. Al Baqoroh : 27 )

Rosululloh bersabda :
لا تَرْجِعُوْا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابِ بَعْضٍ : رواه الترمذي
Artinya : Janganlah sepeninggalku kalian menjadi kafir kembali, kalian saling memukul tengkuk satu sama lain. ( HR. At Tirmidzi )

لَيْسَ مِنَّا مَنْ دَعَا إِلَى عَصَبِيَّةٍ . لَيْسَ مِنًّا مَنْ قَاتَلَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ . وَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ مَاتَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ . رواه أبو داود
Artinya : Bukanlah golongan dari kami, orang yang menyeru kepada “Ashobiyyah” (fanatik golongan, kepartaian kesukuan dan sebagainya). Bukan pula golongan dari kami, orang yang perang di atas ashobiyyah, dan bukan dari kami pula orang yang mati di atas ashobiyyah. ( HR. Abu Daud )

Ali bin Abi Tholib berkata,
البَاطِلُ بِالنِّظَامِ يَغْلِبُ الْحَقَّ بِلا نِظَامٍ
“Kebathilan yang terorganisir dapat mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisir”.

CARA MENGUBAH FONT ANDROID

Mengubah fonts pada Android sebenernya telah tersedia di pengaturan tampilan. Tapi itu hanya pada brand tertentu saja, seperti pada samsung. Gimana dengan brand yang laen? Apalagi brand dari negeri tirai bambu (Cina). Berikut langkah-langkahnya :
1. Download dan install terlebih dahulu Fontchanger dan Superuser. Kalo belum punya klik di sini.

2. Extract Fontchanger dan Superuser.zip yang uda kamu download. Install terlebih dahulu Superuser.apk
Karena superuser itulah yang akan mengijinkan fontchanger beraksi.

3. Intsall Fontchanger, kemudian buka.

4. Fontchanger akan mendeteksi jenis-jenis fonts yang ada di folder .fontchanger

5. Pilih font yang diinginkan, trus aplly and reboot.

6. Tunggu lima menit, berubah!!!!

Selamat menikmati fonts baru kamu......!!!!

CARA MEMBUAT GAMBAR ANIMASI MENGGUNAKAN PHOTOSHOP CS PORTABLE

Uda lama banget aku ga posting di blog bersejarah ini. Langsung aja ya.
1. Siapkan Photoshop CS portable, kalo belum punya silahkan download di sini. Kalo download ga berhasil, bisa pake ini juga.

2. Kalo uda bisa dibuka photoshopnya, silahkan masukkan 3 ato 4 foto yang telah disiapkan. Inget, dengan background yang sama tapi gaya objek gambar berbeda.

3. Kemuadian masuk ke menu window >> animation. Maka akan muncul kotak dialog animasi di bagian bawah.

4. Jadikan satu ketiga foto ke dalam satu file yang pertama dengan cara duplikat layer.

5. Otak - atik waktu yang diinginkan, kemudian pilih menu File >> Save for Web & Devices >> Save.

6. Alhamdulillah, jadi deh......

Selamat Mencoba!!!!


Kamis, 03 November 2011

JAMA’AH SHOLAT MERUPAKAN LAMBANG PELAKSANAAN PRINSIP KEMASYARAKATAN ISLAM

Oleh : H. Ma’sum – Banyuwangi

Rosululloh pernah melihat seorang laki-laki sholat sendirian di belakang shof. Lalu Rosul berhenti hingga laki-laki itu menyelesaikan sholatnya, kemudian Rosul bersabda kepadanya :

اسْتَقْبِلْ صَلاتَكَ . فَلا صَلاةَ لِمُن خَلْفَ الصَّفِّ : رواه أحمد و ابن حبان
Artinya : Perbaharuilah sholatmu, karena tidak ada sholat bagi orang yang sendirian di belakang shof. ( HR. Ahmad dan Ibnu Hibban )

Disebut pula bahwa Rosululloh SAW pernah ditanya tentang orang yang sholat sendirian di belakang shof, lalu beliau bersabda :
يُعِيْدُ الصَّلاةَ . رواه أحمد
Artinya : Dia harus mengulang sholatnya. ( HR. Ahmad)

Dua hadits tersebut dijadikan alasan atau landasan oleh beberapa imam dari kalangan salaf, mereka menyimpulkan bahwa sholat sendirian di belakang shof itu tidak sah. Mereka antara lain : An Nakho’i, Al Hasyim bin Sholeh, Ishaq, Hammad, Ibnu Abi Laila dan Waki’. Adapun tiga imam madzhab : Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Syafi’i, mereka berpendapat bahwa sholat sendirian di belakang shof adalah sah, tetapi makruh.
Isi hadits-hadits itu memperkuat madzhab Imam Ahmad, sebagaimana dikuatkan juga oleh Hikmah Islam dalam mensyari’atkan jama’ah.
Islam menyukai sholat berjama’ah dan membenci yang sendirian, menyukai persatuan dan membenci perpecahan, menyukai keteraturan dan membenci kesemrawutan. Sholat berjam’ah merupakan salah satu wasilah-wasilah (perantara) islam untuk memdidik umatnya terhadap makna-makna tata kehidupan yang penuh arti itu.
Oleh karena itulah, Rosululloh selalu menghadap kepada makmum sebelum melakukan takbirotul sambil mengatakan :
تَرَاصُّوْا وَاعْتَدِلُوْا : متفق عليه
Artinya : Rapatkanlah dan luruskanlah (barisanmu). (Muttafaqun ‘Alaih)

Beliau juga bersabda :
سَوُّوْا صُفُوْفُكُمْ فُإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوْفِ مِنْ تَمَامِ الصَّلاةِ : متفق عليه
Artinya : Luruskanlah barisanmu, karena meluruskan barisan itu termasuk kesempurnaan sholat (berjama’ah). (Muttafaqun ‘Alaih)



Sabdanya lagi :
لا تَخْتَلِفُوْا فَتَخْتَلِفُوْا قُلُوْبُكُمْ : رواه أحمد أبو داود والنساء
Artinya : Janganlah kalian berbeda (dalam barisan), niscaya hati kalian akan berselisih juga.

Sabdanya lagi :
لَتُسَوُنَّ صُفُوْفَكُمْ أَوْ لِيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ : رواه الجماعة
Artinya : Hendaklah kalian luruskan barisan kalian, atau Alloh akan mempertentanngkan wajah-wajah kalian.

Hadits-hadits shohih tersebut menunjukkan bahwa jama’ah sholat meruakan lambang pelaksanaan prinsip kemasyarakatan islam yang teratur, kuat, lurus, rata barisannya dan memiliki satu arah.
Inilah cerminan makna-makna dan pemikiran yang dibangun masyarakat islam. Maka tidaklah mengherankan jika islam menganggap batal orang yang sholat sendirian di belakang shof dan menyuruhnya mengulangi sholatnya. Karena yang demikian itu merupakan lambang pembelotan dari jama’ah (barisan).
Dalam hal ini Ad Din telah menyatakan :
إِنَّ الشَّيْطَانَ ذِئْبُ الإنْسَانِ كَذِئْبِ الْغَنَمِ يَأْخُذُ الشَّاةَ القَاصِيَةَ وَالنَّاحِيَةَ : رواه أحمد عن معاذ
Artinya : Sesungguhnya setan itu seperti serigala bagi manusia, sebagaimana serigala yang menerkam kambing yang terpisah dan menjauh dai kumpulannya.

يَدُ اللهِ عَلَى الْجَمَاعَةِ وَمَنْ شَدَّ النَّارِ . رواه الترمذي وقال : غريب
Artinya : Tangan pertolongan Alloh bersama (menyertai) jama’ah dan barang siapa yang menyendiri, maka ia akan menyendiri dalam neraka.